Foto ilustrasi Beralih dari Blog Gado-gado ke Niche Pexels.com/Suzy Hazelwood
Foto Pexels.com/Suzy Hazelwood

Beralih dari Blog Gado-gado ke Niche

Diposting pada

Beralih dari Blog Gado-gado ke Niche-Kegiatan blogging telah saya lakukan beberapa tahun silam. Kala itu saya masih menggunakan blog yang gratis dan juga domain gratis.

Saat itu saya menerbitkan artikel apa saja yang ada di benak saya. Maklum, waktu itu hanya untuk menyalurkan hobi saja.

Jika, Anda mau membaca artikel tentang budaya, sejarah, tips dan lain sebagainya itu ada di blog pertama saya. Bayangkan dengan topik yang tidak saling berkaitan itu saya bertahan untuk waktu yang lama.

Tidak terasa berat memang karena memang saya hobi menulis, jadi tidak menjadi beban mau itu menghasilkan atau tidak. Dan saat itu, blog saya lumayan banyak pengunjung, mungkin karena saya rajin share di media sosial terutama grup Facebook yang memiliki banyak peserta.

Beralih dari Blog Gado-gado ke Niche

Salah Ambil Keputusan

Foto Pexels.com/George Becker
Foto Pexels.com/George Becker

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli domain, dan salahnya saya mengganti nama blog yang dulu sudah banyak pengunjung dengan nama baru. Bagi saya waktu itu, nama blog saya terlalu lokal, jadi ya cari-cari nama baru agar lebih luas jangkauan “menurut saya kala itu”.

Saya terus menulis berbagai artikel, hingga akhirnya mendaftarkan adsense dan akhirnya diterima dan saya berhak menayangkan iklan di blog saya waktu itu.

Hanya bertahan satu tahun dengan domain berbayar dan blog saya hanya menghasilkan pemasukan lumayan sedikit bahkan belum mencapai batas withdraw.

Karena jenuh akhirnya saya tidak lagi mengupdate konten di blog tersebut hingga domainnya sampai waktu pembayaran untuk tahun berikutnya, saya memilih untuk berhenti dan tidak lagi mengelola blog tersebut.

Singkat kata, di tahun 2023, saya kembali mengelola blog dengan tema baru dan tentu tidak lagi yang gratisan, saya mencoba mencari nama yang tepat, kemudian membeli domain dan hosting. Blog tersebut saya bangun sendiri.

Awal mula perjalanan blog baru, saya mengupdate berbagai konten dengan rubrik yang sebenarnya ingin saya kerucutkan dan lebih kepada konten yang sifatnya ilmiah. Namun rasa jenuh itu pun tiba lagi, dan akhirnya saya mulai mengupdate konten-konten yang sifatnya pemberitaan demi menambah jumlah pengunjung.

Kembali ke Gado-Gado

Foto Pexels.com/Suzy Hazelwood
Foto Pexels.com/Suzy Hazelwood

Bagi saya waktu itu, dengan mengupdate konten sifatnya berita, harapan saya akan ada yang share dan menambah trafik. Beberapa kali saya mengajukan adsense namun ditolak.

Seperti biasanya jenuh datang lagi, konten-konten blog saya kembali amburadul alias isisnya campuran alias gado-gado, tidak lagi fokus pada konten dengan tema yang saya rencanakan di awal.

Mulai dari tulisan yang sebenarnya ingin saya fokuskan pada penulisan profil tokoh, tempat bersejarah dan lain sebagainya, malah menjadi blog berita dan berita yang saya update rata-rata kiriman teman.

Saya menyadari bahwa kesalahan saya, adalah tidak sabar dan mulai merasakan jenuh karena tidak mendapatkan trafic yang banyak.

Fokus pada Niche dan Beratnya Mendatangkan Trafik

Foto Pexels.com/Lukas
Foto Pexels.com/Lukas

Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menghapus konten-konten yang telah saya tulis dulu yang jumlahnya sudah puluhan. Saya ingin fokus pada satu tema saja atau beberapa rubrik yang mungkin saling berkaitan.

Seingat saya, hanya satu artikel yang saya sisakan karena menurut saya artikel tersebut relevan dengan rencana saya berikutnya.

Mulailah saya menghapus kategori artikel sebelumnya, dan membangun kembali blog dengan niche baru. Saya fokus menulis artikel dan beberapa waktu kemudian saya mengajukan adsense, dan saat itulah blog saya diterima dan dapat menayangkan adsense.

Baca Juga: 5 Kesalahan Blogger Pemula-Nomor 5 Sering Terjadi

Tentu setelah diterima adsense, bukanlah akhir. Saya harus berjuang kembali untuk mendatang trafik blog tentu dengan konten-konten yang menarik dan banyak dicari orang.

Mungkin ini agak susah dilakukan namun saya yakin, dengan serius dan konsistensi menulis artikel, hal itu akan terwujud.

Yang lebih parahnya lagi, meskipun saya sudah mengganti niche blog, beberapa artikel saya yang telah saya hapus telah dideteksi oleh google, dan url artikel tersebut masih muncul di mesin pencarian.

Link URL tersebut tentu tidak lagi aktif, namun ketika diklik akan disebutkan bahwa artikel tersebut tidak ditemukan. Namun untuk menghapus link URL yang muncul di Google tidaklah susah, hanya perlu memahami cara menghapusnya saja di Google Search Console.

Tentang tata cara menghapus url blog yang sudah tidak aktif akan saya bahas pada konten berikutnya.

Saya tidak hanya lagi fokus pada penulisan, tapi juga mempelajari berbagai cara untuk mendatangkan trafik ke blog. Tidak lagi sebatas mengupdate konten, tapi bagaimana caranya konten yang telah saya update menarik pengunjung yang banyak.

Kesimpulan

Kesalahan blogger pemula mungkin ya pada konsistensi dan ketidak sabaran. Di saat semua berharap mendatangkan uang dengan cepat dari blog, namun harapan itu tak terpenuhi, maka akan datang rasa jenuh yang akhirnya menyebabkan ia berhenti mengupdate atikel.

Rasa seperti itu mungkin wajar terjadi karena ketidak pahaman dalam mengelola blog terutama masalah SEO dan cara mendatangkan pengunjung ke blog.

Blogging memang menyenangkan jika kita tekuni. Rencanakan secara matang saat akan memulai dunia blogging, mulai dari perencanaan niche, usahakan niche yang memang kamu kuasai dengan baik, sehingga tidak akan mentok di tengah jalan karena alasan tidak tahu artikel apa yang akan kamu update.

Selanjutnya, pelajari SEO dan cara mendatangkan trafik ke blog jika memang niat blogging untuk mendapatkan penghasilan.

Memang tidak mudah untuk membuat blog populer, tapi seiring berjalannya waktu dan dengan konsistensi mengupdate artikel yang berkualitas, tentu untuk mendatangkan trafik dan penghasilan yang lumayan mungkin saja kamu lakukan.

Tetap semangat dan tetaplah menulis di blog. Percayalah semua akan indah pada waktunya.

 

 

Bisa baca artikel menarik dari Opiori di Google News

2 komentar

  1. Kalau menurut pengalaman saya, mending kelola blog gado-gado asalkan rajin branding, ketimbang sibuk di 1 niche.
    Alasannya, saingannya luar biasa bejibun 😀
    Jadi, mau 1 niche, tapi jarang aktif dan kurang memahami niche-nya, kalah juga sama yang lain 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *